Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
July 17, 2024
Berita Terkini Nasional

DPP LDII Bangun Generasi Muda Berwawasan Kebangsaan di Perkemahan CAI 2024

  • July 3, 2024
  • 3 min read
[addtoany]
DPP LDII Bangun Generasi Muda Berwawasan Kebangsaan di Perkemahan CAI 2024

Jombang (1/7). DPP LDII berpartisipasi sebagai salah satu pemateri dalam acara “Perkemahan Akhir Tahun Permata CAI ke-45”, yang berlangsung dari 1 hingga 4 Juli 2024 di Bumi Perkemahan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Pemateri dari DPP LDII diisi oleh Ketua Umum KH Chriswanto Santoso, Sekretaris Umum Dody Taufik Wijaya, dan Ketua Departemen KIM Ludhy Cahyana.

Mereka membawakan materi bertema “Membangun Karakter Generasi Muda Profesional Religius Berwawasan Kebangsaan Menyambut Indonesia Emas 2045”. KH Chriswanto Santoso mendorong generasi muda untuk memahami ideologi yang mengancam eksistensi bangsa Indonesia sehingga dapat berperan aktif dalam menjaga empat pilar kebangsaan.

“Empat pilar antara lain adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan memahami empat pilar tersebut, LDII memastikan generasi muda Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air dan bangsanya,” ujar Chriswanto.

Saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi fase bonus demografi, di mana mayoritas penduduknya adalah usia produktif, dengan dominasi generasi muda. Fase ini diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2035, dengan populasi sekitar 285 hingga 300 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen atau 199,5 hingga 210 juta jiwa adalah kelompok usia produktif.

“Bonus demografi adalah peluang emas bagi Indonesia. Namun, masalah sosial yang timbul akibat terbatasnya lapangan kerja dapat menjadi ancaman bagi peluang ini. Melalui penguatan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, kita perlu memperkuat generasi muda sebagai langkah preventif dan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat,” tegas Chriswanto.

Selanjutnya, Dody Taufik Wijaya mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia menghadapi ancaman dari radikalisme, sosialisme, dan komunisme. “Ketiga ideologi ini sering disebut sebagai ekstrem kanan dan kiri yang mengancam eksistensi bangsa dengan melemahkan nilai-nilai dasar negara, yaitu Pancasila,” ujar Dody.

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Dody menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang profesional dan religius dengan 29 karakter luhur. “Kita perlu sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik,” jelasnya.

Ludhy Cahyana menambahkan bahwa strategi praktis untuk membentuk SDM profesional dan religius adalah melalui pembelajaran sepanjang hayat. “Ini dimulai dari usia dini, praremaja, remaja, dewasa, hingga lanjut usia,” katanya.

Kemudian, LDII mengadopsi struktur kurikulum hybrid profesional religius. “Ini memadukan dua lembaga, yaitu pondok pesantren dan sekolah, ke dalam satu sistem,” jelas Ludhy Cahyana.

Strategi berikutnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Ini mencakup mubaligh, pengelola yayasan, pimpinan sekolah, pimpinan pondok, guru, pamong, orang tua, dan tenaga administrasi,” rinci Ludhy.

Terakhir, LDII menerapkan digitalisasi pembelajaran dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak. “Kami menjalin kemitraan dengan pemerintah, penyelenggara pendidikan swasta, organisasi kemasyarakatan, lembaga pelatihan, serta membangun sinergi internal LDII,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *