Munas IX LDII: Ketum DPP LDII Ajak Kerja Out Of The Box Sebagai Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Ldiikotakediri.org – Jakarta (7/4). Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso mengatakan bahwa berfikir dan bekerja keras secara gotong royong dari seluruh komponen bangsa serta mempraktikkan kerja kreatif, inovatif dan out of the box jadi kunci penanganan pandemi Covid-19.

“Beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19 yang masih berlanjut sampai sekarang benar-benar memukul mundur capaian target pembangunan berbagai sektor, khususnya kesehatan dan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia turun drastis sehingga pengangguran meningkat mengakibatkan kemiskinan dan jumlah penduduk yang meninggal dikarenakan Covid-19 cukup membuat kita bersedih,” ujar Chriswanto saat memberikan sambutan saat acara Munas IX DPP LDII Tahun 2021 pada Rabu, 7 April 2021 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta.

Munas IX LDII diikuti oleh 3.750 orang peserta dan peninjau yang berasal dari seluruh provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, baik hadir secara luring maupun daring. Munas IX LDII dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, yang dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Sekretaris Negara Prof. Pratikno, pimpinan dan anggota DPR RI, First Secretary Kedubes Singapore Linux Wong, pimpinan ormas-ormas Islam, dan pimpinan instansi pemerintah.

LDII sangat merasakan dan berempati terhadap permasalahan bangsa yang terjadi, untuk itu LDII mengajak kita semua berpikir dan bekerja keras agar target pembangunan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Hal tersebut melatarbelakangi LDII untuk segera melaksanakan Munas. “Personil LDII yang baru harus segera ditetapkan agar LDII dapat berkontribusi dengan cara baru yang kreatif, inovatif, dan egile atau lebih cepat,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru dan sumber daya manusia (SDM) baru inilah, diharapkan kontribusi maksimal dalam membantu pemerintah untuk bangkit dan maju di era pandemi ini dapat terwujud.

Sejalan dengan konteks di atas, maka Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia Tahun 2021 mengambil tema “Penguatan SDM Profesional Religius Untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Melalui tema ini, LDII akan melakukan penguatan organisasi agar lebih agile, lebih cepat, lebih ulet, lebih trengginas.

Caranya yaitu dengan memperkuat SDM profesional religius pada seluruh jajaran organisasi kelak, sehingga kontribusi LDII kepada pemerintah dapat meningkatkan secara lebih signifikan.

“Melalui SDM yang profesional religius itulah, kami berharap penanganan terhadap delapan program yang selama ini telah dikontribusikan terhadap pembangunan bangsa, dapat dikelola secara lebih kontekstual, lebih sesuai dengan kondisi di era pandemi ini, dan hasilnya dapat lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Chriswanto.

Pertama, Kebangsaan, yaitu program yang bertujuan membangun nasionalisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat lebih terjaga, termasuk mencintai produk bangsa sendiri. Sebagai Lembaga Dakwah Islam, LDII selama ini telah menempatkan program kebangsaan sebagai program utama, karena bagaimanapun juga persatuan dan kesatuan bangsa adalah modal utama sekaligus prasyarat untuk menjalankan program-program yang lainnya

Kedua Keagamaan, yaitu program yang bertujuan meningkatkan nilai religiusitas bagi umat Islam, termasuk didalam membangun toleransi beragama.

Ketiga, Pendidikan, yaitu program yang mendorong agar pendidikan karakter, khususnya karakter professional religius, dapat dijadikan sebagai life-long education, atau pendidikan sepanjang hayat.

Keempat, Ekonomi, yaitu program yang mendorong ekonomi syariah, termasuk percepatan pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi di era pandemi ini.

Kelima, Pangan dan Lingkungan Hidup, yaitu program yang bertujuan untuk membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup,

Keenam Kesehatan, yaitu suatu program yang bertujuan mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal secara meluas terlebih pada kondisi kedarutan kesehatan.

Ketujuh Teknologi Digital, yaitu suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang pembangunan.

Dan kedelepan, Energi Baru Terbarukan, yaitu suatu program untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, termasuk untuk mengurangi emisi karbon guna mengurangi efek rumah kaca.

“Kedelapan program tersebut di atas bukannya baru perencanaan, akan tetapi LDII telah berbuat dengan membuat beberapa pilot project di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut,” tutup Chriswanto.(F/L/I/Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *