Peluang Usaha Bengkel Motor Dengan Memanfaatkan Banjir Otomotif

Populasi kendaraan bermotor roda dua kini jumlahnya mencapai jutaan. Sayangnya produksi  motor baru tersebut tidak diimbangi dengan jumlah bengkel dealer. Walaupun dalam setahun terakhir ini mulai bermunculan bengkel-bengkel motor baru, kesempatan untuk membuka bengkel masih tetap terbuka. Tidak harus membuka bengkel resmi seperti AHASS yang butuh ratusan juta rupiah bila modal Anda cekak, tapi cukup membuka bengkel kecil atau menengah yang menerima perbaikan segala jenis merek sepeda motor keluaran baru biasanya mendapat garansi perbaikan mesin dari produsen selama tiga tahun. Kendati demikian prospek bengkel tetap bagus karena yang usianya lewat tiga tahun juga terus bertambah banyak. Selain itu sebagian orang yang punya motor lama tidak sabar menunggu di bengkel resmi.

Karena itulah limpahan rezeki akan jatuh ke bengkel-bengkel partikelir yang banyak bertebaran di berbagai tempat. Lalu apa yang harus disiapkan untuk membuka usaha bengkel? Kalau Anda bisa mengerjakan sendiri, akan lebih baik memulai usaha ni tanpa merekrut mekanik, kecuali seorang kenek yang membantu. Modal duit yang disiapkan pun tidak perlu terlalu besar, asal cukup untuk membeli peralatan dan spare parts secukupnya.

Seorang pemilik bengkel motor yang mangkal di daerah Kebayoran Baru butuh modal sekitar Rp 40 juta, Rp 10 juta diantaranya dipakai untuk menyewa tempat selama setahun. Lantas bagaimana pula membelanjakan modal untuk membeli peralatan dan spare parts yang diperlukan? Jangan khawatir, sebab kita bisa datang ke toko onderdil atau bengkel-bengkel besar yang juga menjadi pemasok onderdil, dan katakan niat Anda untuk membuka bengkel baru. Anda tinggal bilang berapa modal Anda, mereka akan langsung membuatkan paket yang sesuai dengan modal Anda.

Proses belanja peralatan bengkel dan onderdil ini biasanya dilakukan hanya satu kali saja saat pertama kali membuka bengkelnya. Setelah itu akan banyak salesman yang datang menawarkan pasokan onderdil. Kalaupun butuh mendadak, bisa angkat telepon dan meminta onderdil yang dibutuhkan untuk minta diantar ke bengkel.

Dalam mengelola permodalan, untuk membuka bengkel baru ini sebaiknya Anda tidak menghabiskan semua modal saat pertama kali membuka bengkel. Atau anda sebaiknya tidak membuka bengkel dengan modal besar sekaligus. Pasalnya, membuka bengkel harus memakai system tumbuh.

Pengusaha harus mengenali dulu karakter bisnis ini, baru kemudian menyuntik modal tambahan untuk mengembangkan usahanya. Dalam mengatur modal ini, disarankan Anda memakai formula 5-3-2, Artinya, seandainya Anda punya uang Rp100 juta, jangan dipakai seluruhnya untuk buka bengkel. Pakai dulu Rp 50 juta untuk modal awal, setengah tahun kemudian kalau sudah cukup maju investasikan lagi Rp 30 juta. Dan terakhir setahun setelah buka barulah habiskan sisanya Rp 20 juta.

Di luar itu, yang paling penting dalam mengembangkan bengkel adalah menjaga kepercayaan pelanggan. Katakan rusak kalau rusak, katakan baik kalau masih baik. Anda tidak perlu membohongi konsumen dengan mengatakan bahwa yang masih baik, anda katakan sudah harus diganti.

Walau pasar membuka usaha bengkel masih cukup prospektif, namun tetap saja Anda harus hati-hati menghadapi persaingan. Sebab banyak juga bermunculan bengkel baru. Belum lagi bengkel-bengkel lama yang sudah punya pelanggan loyal. Salah satu kiatnya adalah kreatif membuat terobosan dalam melayani konsumen. Bengkel kreatif ini bisa dengan menawarkan bahwa mekaniknya dapat membuat motor lebih irit, sehingga pelanggan atau calon  pelanggannya tertarik untuk datang. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini, dimana harga bensin terus naik, Selain cara inovatif seperti tersebut di atas, ada cara lain untuk mendapatkan pelanggan. Umpamanya, berawal hobi dan dari masuk klub motor antik, umpamanya, Vespa kemudian Perbaikan Khusus untuk menerima Vespa. Sebab biasanya klub-klub seperti ini sering berkomunikasi antar anggota, membicaakan bengkel yang baik dan layak direkomendasikan kepada teman temannya.

Nah anda pililh cara yang bagaimana ? yang penting, jangan biarkan banjir otomotif ini berlalu tanpa anda sempat menarik keuntungan dari situ, selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *