Walikota Cimahi Hadiri CAI Pemuda LDII Ke-40

Cimahi, Selasa, 7 Juli 2019 hadiri pelaksanaan CAI LDII Ke-40 di Gedung Serba Guna Baitul Izzah, Kota Cimahi. Dalam sambutannya Walikota Cimahi Ir. H. Ajay M Priatna MM mengapresiasi sebesar-besarnya terhadap pelaksanaan Permata (Perkemahan Akhir Tahun Ajaran) CAI (Cinta Alam Indonesia) yang ke-40 pada tahun 2019 ini. Pasalnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengajari generasi muda mengenai kebangsaan dan mencintai Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tampak hadir pula dalam pelaksanaan Permata CAI XL – 2019 Kota CimahiAsisten II Kota Cimahi Didik SN, SSi MM; Kepala Kantor Kesbang Kota Cimahi Totong Solehudin Ssos, MSi; Kabag Kesra Kota Cimahi Mardi S, Ssos; Lurah Cipageran Agus Iwan Kustiawan SIP; jajaran Pengurus Harian DPD LDII Kota Cimahi yakni Ir. Dwi Hartono (Ketua), Fadel Abrori SPi MH (Sekretaris), Ir. Bambang Wikoco (Wakil Ketua), H. Anda Lusia (Wakil Ketua), Fauzan Hadi SSi ME (Wakil Ketua), dan para dewan penasehat.

Dalam pembukaan yang diisi dengan penampilan seni dari anggota LDII yang tergabung dalam Persinas Asad ini, acara berlangsung meriah. Selain itu ditampilkan video LDII Untuk Bangsa dan video pelaksanaan Permata CAI XXXIX – 2018 Kota Cimahi.
“Susah sekali ada pihak yang sangat intens untuk membina generasi muda agar memiliki paham kebangsaan yang kuat dan menanamkan bahwa NKRI harga mati. Apalagi saat ini sebagian generasi muda ada yang terpapar paham radikalisme. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada LDII yang telah memberikan pendidikan kebangsaan melalui dakwah kepada generasi muda,” ujar Ajay, saat membuka pelaksanaan Permata CAI XL – 2019 Kota Cimahi.


Menurutnya, saat ini kebanyakan anak muda sangat jarang yang mengetahui bagaimana caranya mencintai alam, sehingga tidak bisa mensyukuri keberadaan alam dan tidak bisa mencintai penciptanya. Sehingga dibutuhkan pendidikan moral dan agama seperti yang dilaksanakan LDII. “Generasi muda itu yang penting pendidikan moral dan agama. Kalau aspek lainnya berhasil ya sia-sia. Pemerintah hanya bisa memberikan pelayanan berupa pendidikan formal. Sehingga dibutuhkan kerjasama dari pihak lain yang bisa membina generasi muda, seperti keberadaan BIBS (Baitul Izza Boarding School),” papar Ajay.
Sementara Dwi mengatakan, pelaksanaan CAI ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak tahun 1979. Kegiatan ini diawali pelaksanaannya secara nasional, kemudian dilanjutkan di masing-masing DPD. Tujuannya untuk membentuk generasi muda yang memiliki semangat cinta tanah air dan bangsa serta bisa berkontribusi aktif dalam pembangunan melalui generasi profesional religius.
Menurut Dwi, keberadaan BIBS merupakan perwujudan sumbangan LDII dalam membentuk generasi muda yang profesional religius, karena fokus pendidikan selain pendidikan umum juga untuk pendidikan akhlak. Apalagi para siswa sekaligus menuntut ilmu di Pondok Pesantren Baitul Izzah yang berada satu komplek dengan BIBS.
“Pendidikan harus menjadi hal yang positif, yakni dengan memberikan para siswa bisa menikmati pendidikan dengan kegembiraan sesuai dengan usianya. Hal ini berkaitan dengan falsafah antara pembinaan akhlak dan kegembiraan,” terang Dwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *